April 19, 2026

PKB Tikep Perkuat Konsolidasi, Dorong Politik yang Berpihak pada Rakyat

Jejaringmalut.com, Tidore – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menegaskan perannya sebagai kekuatan politik yang berpijak pada kebutuhan masyarakat. Hal itu tercermin dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Tidore Kepulauan (Tikep) yang digelar di Meeting Room Penginapan Bougenville, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga ruang konsolidasi untuk merumuskan strategi politik menghadapi dinamika ke depan.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa PKB memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurut dia, politik tidak boleh kehilangan arah dan harus tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan sosial.

“PKB harus terus hadir dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai toleransi, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan,” ujar Ahmad.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa peran partai politik tidak hanya sebatas kontestasi kekuasaan, melainkan juga sebagai penghubung antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat.

Dari tingkat pusat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melalui Anggota DPR RI Komisi V, Irmawan, menyampaikan adanya pendekatan baru dalam mekanisme penentuan kepemimpinan di tingkat cabang.

DPP, kata dia, telah melakukan pemetaan kader potensial di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun kepemimpinan yang lebih terukur dan strategis. Meski demikian, ruang aspirasi tetap dibuka bagi kader di daerah.

“Politik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kepentingan kekuasaan,” kata Irmawan.

Sementara itu, dari tingkat wilayah, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Maluku Utara, Muhdar Din, menekankan pentingnya menjaga soliditas internal di tengah perbedaan pandangan.

Menurut dia, Muscab harus dimaknai sebagai ruang memperkuat kebersamaan, bukan justru memperlebar jarak antar kader.

“Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tantangan,” ujarnya.

Di tingkat lokal, Ketua DPC PKB Kota Tidore Kepulauan, Murad Polisiri, melihat Muscab sebagai momentum refleksi organisasi. Evaluasi kinerja dan penyusunan strategi kemenangan menjadi dua agenda utama yang tidak bisa dipisahkan.

Ia menegaskan, kepercayaan publik hanya dapat dibangun jika kader partai benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.

“Muscab ini bukan hanya pergantian pengurus, tetapi momentum untuk mengevaluasi diri dan menyiapkan langkah menuju kemenangan,” kata Murad.

Lebih jauh, ia mengingatkan seluruh kader agar tetap solid dan menerima keputusan DPP terkait penetapan ketua terpilih, demi menjaga stabilitas organisasi.

Muscab PKB Tidore Kepulauan kali ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran partai dalam pembangunan daerah.

Di tengah tantangan politik yang semakin kompleks, konsolidasi seperti ini menjadi kunci bagi partai untuk tetap relevan, tidak hanya di panggung politik, tetapi juga di hati masyarakat. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup